PROFESIONALITAS GURU PAI TERHADAP EKSISTENSI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA INDUSTRI 4.0
Memahami Pengertian Profesionaitas Guru PAI
1. Pengertian Profesionalitas Guru PAI
Profesionalitas berasal dari kata profesi yang berarti suatu jenis pekerjaan
yang khas dan memerlukan pengetahuan tertentu. Sedangkan makna professional
adalah seseorang yang memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan
tertentu yang khas dari profesinya. Profeionalias merupakan kepemilikan suatu
keahlian di bidang tertentu yang di legalkan oleh sebuah lembaga.1 Guru merupakan salah satu komponen dalam sistem pendidikan nasional
mempunyai peran utamadalam pencapaian tujuan pendidikan nasional.2 Guru
adalah semua orang yang berusaha mempengaruhi, membiasakan, melatih,
mengajar, mendidik, serta memberi suru tauladan dalam membentuk karakter
pribadi peserta didik baik dalam bidang jasmani, rohani, kognitif, afektif, dan
psikomotorik yang akan dipertanggungjawabkan kepada orang tua peserta didik,
masyarakat, bangsa dan juga kepada Allah SWT.3 Pendidikan Agama Islam
adalah pendidikan yang bersumber pada ajaran-ajaran Agama Islam yang berupa
bimbingan serta pengasuhan terhadap peserta didik supaya nantinya ketika ia
sudah selesai menempuh pendidikan ia dapat menghayati, memahami serta
mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang telah menjadi keyakinannya
sebagai suatu pandangan hidup demi keselamatan hidupnya baik di dunia
maupun akhiratnya.4 Jadi guru Pendidikan Agama Islam adalah seseorang yang
mempunyai gelar guru dan profesinya sebagai pengajar di dalam mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam yang mempunyai kemampuan mengajar serta mendidik
dan bertanggungjawab atas peserta didik.5 Dalam proses pembelajaran, guru merupakan komponen yang paling penting
serta berpengaruh dalam menentukan jalannya proses belajar mengajar. Tugas
guru sebagai suatu profesi menuntut seorang guru untuk bisa menyelaraskan
kompetensi diri yang dimilikinya dengan perkembangan teknologi dan ilmu
pengetahuan. Dalam mengajar seorang guru harus dibekali seperangkat
kemampuan sikap maupun kemampuan mendidik serta mengajarnya. Hal ini
bertujuan agar proses pembelajaran berjalan secara efektif, sebab ketika guru tidak memiliki profesionalitas dalam mengajar maka proses pembelajaran tidak
bisa berjalan efektif kemudian yang terjadi adalah tidak tercapainya atau tidak
terwujudnya tujuan pendidikan secara umum.
Dari beberapa penjelasan di atas maka dapat saya simpulkan bahwa
profesionalitas guru PAI adalah seseorang yang memiliki seperangkat
pengetahuan dan keterampilan di bidang Pendidikan Agama Islam dan
berkomitmen atas profesionalitas dalam mengemban tugasnya sebagai pendidik
di bidang pendidikan Islam dan selalu memperbaiki serta memperbarui model-
model atau cara kerjanya sesuai dengan tuntutan zaman.
2. Syarat-Syarat Guru Profesional
a. Menguasai bahan pelajaran
Bahan pelajaran merupakan substansi yang akan di sampaikan dalam
proses belajar mengajar. Atau bisa kita sebut dengan isi materi pelajaran
yang nantinya akan di berikan kepada peserta didik saat berlangsungnya
proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang digunakannya dan
dengan di bentuknya bahan pelajaran ini tujuan pengajaran akan dicapai oleh
peserta didik.
Kemampuan guru dalam menguasai bahan ajar merupakan bagian
integral dari proses pembelajaran. Guru yang bertaraf professional mutlak
harus menguasai bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta
didiknya. Adanya buku pegangan bagi peserta didik bukan menjadi alasan
supaya guru tidak perlu susah payah menguasai pelajaran akan tetapi
seharusnya guru berusaha untuk memperluas wawasannya supaya dapat
menjelaskan secara singkat dengan bahasa yang mudah di pahami oleh
peserta didiknya dan keberadaan buku menjadi sumber acuan mengajar.6 Penguasaan bahan pelajaran tentunya berdampak pada output belajar
peserta didik, jadi hubungan penguasaan bahan pelajaran dengan hasil belajar
yang dicapai oleh peserta didik sangatlah erat. Semakin tingginya tingkat
penguasaan bahan pelajaran oleh seorang guru, maka juga semakin besar
pula kemungkinan pencapaian keberhasilan belajar oleh peserta didik. b. Mampu mengelola kelas
Pengelolaan kelas disini memiliki makna upaya seorang guru dalam
menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik sehingga
tercapai tujuan pelajaran secara efektif dan efisien. Di sisi lain pengelolaan
kelas adalah proses seleksi dan penggunaan media serta metode yang tepat
terhadap permasalahan dan situasi kelas. Pengelolaan kelas merupakan tugas
guru yang tak pernah ditinggalkan. Kelas mempunyai peranan dan fungsi
tertentu dalam menunjang keberhasilan proses interaksi edukatif. Guna
memberikan dorongan dan rangsangan terhadap peserta didik, maka kelas
harus dikelola sebaik-baiknya oleh seorang guru.
Pengelolaan kelas sangat diperlukan sebab tingkah laku dan perbuatan
peserta didik selalu berubah-ubah setiap harinya. Pengelolaan kelas yang
dilakukan oleh guru bertujuan untuk menciptakan kondisi yang baik dalam
lingkungan kelas, menyediakan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan
belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam
kelas.
Kondisi belajar yang optimal dapat tercapai apabila guru mampu
mengatur peserta didik dan sarana pengajaran serta mengemasnya dalam
suasana pembelajaran yang menyenangkan maka kemungkinan besar
keberhasilan tujuan pengajaran akan terealisasikan bersamaan dengan hal
tersebut.7 c. Mampu mengelola program belajar mengajar
1) Mengarahkan tujuan intruksional:8 mengetahui dengan benar tujuan yang
hendak dicapai dalam mengajar dan merumuskan tujuan pengajaran itu
seoperasional mungkin sehingga berorientasi perubahan tingkah laku
belajar mrid seperti yang di harapkan.9 2) Memahami serta memilih metode pembelajaran:10 metode mengajar
merupakan cara berinteraksi yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan bahan ajar kepada peserta didik. Interaksi
edukatif/hubungan timbal balik antara guru dengan peserta didik menjadi
fkctor penting dalam mewujudkan situasi belajar mengajar yang baik
supaya tujuan pengajaran bisa tercapai. Akan tetapi penggunaan metode
dalam proses pembelajaran harus di sesuaikan dengan komponen
pengajaran yang telah di programkan dalam satuan pelajaran sebagai
satuan tertulis/kurikulum. Karena penggunaan metode pengajaran yang
tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam
mencapai tujuan yang telah dirumuskan.11 3) Mendalami dan mengenal pribadi serta potensi peserta didik.12 3. Kualitas guru yang baik
Apabila membahas tentang bagaimana guru yang baik, maka tidak akan ada
habisnya. Berikut beberapa kualitas guru baik yang sifatnya umum:
a. Religius
b. Memiliki keyakinan pada diri sendiri
c. Memiliki kesabaran terhadap peserta didik
d. Memiliki rasa kasih sayang terhadap peserta didik
e. Memiliki sifat memahami terhadap peserta didik
f. Teguh dalam memberika dukungan atas segala proses belajar peserta didik
g. Bersedia membantu peserta didik dalam mencapai prestasinya
h. Bangga atas prestasi peserta didik.13 Konsep Pendidikan Islam di Era Industri 4.0
Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bersumber pada ajaran-ajaran Agama
Islam yang berupa bimbingan serta pengasuhan terhadap peserta didik supaya nantinya
ketika ia sudah selesai menempuh pendidikan ia dapat menghayati, memahami serta
mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang telah menjadi keyakinannya sebagai
suatu pandangan hidup demi keselamatan hidupnya baik di dunia maupun akhiratnya.14
Komentar
Posting Komentar