TRIPUSAT PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA: PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN ERA COVID-19
Tripusat Pendidikan
Berorientasi pada tempat terlaksananya pendidikan, Ki Hajar Dewantara menetapkan komponen-komponen lingkungan yang berperan dalam pendidikan. Dalam konsepnya terdapat 3 lingkungan, pertama keluarga, keluarga adalah pusat pendidikan yang pertama dan sangat penting, pendidiknya ialah orang tua. Kedua lingkungan sekolah, yang pendidiknya adalah guru. Ketiga, lingkungan masyarakat, di sini pemimpin pemuda dalam perkumpulan atau organisasi pemuda merupakan pamong atau panutannya.
1. Pendidikan dalam keluarga
Pendidikan dalam keluarga ialah proses pembelajaran yang terjadi
yang merupakan organisasi terbatas, dan mempunyai ukuran yang
minimum, terutama pihak-pihak yang pada awalnya mengadakan suatu
ikatan. Dengan kata lain keluarga adalah bagian dari masyarakat yang
lahir dan berada di dalam lingkup masyarakat, yang nantinya
berangsur-angsur akan melepaskan diri karenaakan tumbuh ke proses
pendewasaan. Keluarga bisa diumpamakan institusi sosial yang bersifat
universal multifungsional, maknanya mempunyai fungsi pengawasan,
sosial, pendidikan, keagamaan, perlindungan, dan rekreasi.
Sehingga keluarga mempunyai interaksi yang lebih bersifat
hubungan interpersonal dimana para anggota dalam keluarga,
dimungkinkan mempunyai intensitas hubungan satu sama lain, antara
ayah dan ibu, ayah dan anak, maupun antara anak dengan anak
(Khairuddin, 1985:10). Di dalam lingkungan keluarga anak diajarkan
untuk bersosialisai dan berinteraksi agar saat dewasa nanti dalam
melakukan hubungan baik dengan lingkungan maupun masyarakat
1 Ab Marisyah1 dkk, 2019, Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Tentang Pendidikan, Jurnal
Pendidikan Tambusai, Universitas Negeri Padang, Volume 3 Nomor 6 Tahun , hlm 1518
sekitar. Seperti yang sering kita dengar pula “Keluarga adalah miniaur
terkecil dari masyarakat dan bertanggung jawab untuk mendidik anak
agar menjadi masyarakat yang bermoral”
Dalam pandangan lain menjelaskan, keluarga adalah lembaga
masyarakat yang memegang peran kunci dalam proses pendidikan.
Menurut pandangan ini, seluruh anggota dalam keluarga mempunyai
peran penting dalam proses pembentukan dan pengembangan pribadi
anak. Hal ini karena anak akan mempelaari segala yang ia lihat dan
dengar dalam lingkungankeluarga yang nantinya akan dipraktekkannya
sendiri (Ahmadi, 2004)
Orang tua yang bersikap logis tentunya harus menjelaskan serta
memberi contoh mana perbuatan yang benar dan mana perbuatan yang
buruk. Sikap seperti ini harus ditampilkan oleh orang tua agar anak
mampu membedakan tingkah laku mereka dalam melakukan hubungan
sosial, baik dengan keluarganya sendiri, teman-temannya saat kanak-
kanak maupun temannya saat dewasa nanti. Selain itu, bersikap etis
harus menjelaskan dasar dari setiap perbuatan. Maknanya orang tua
harus mempunyai dasar dalam bertindak, tidak asal-asalan dalam
memberikan arahan pada anaknya. Hal lainnya ialah orang tua harus
menciptakan suasana yang menyenangkan untuk anak. 2
2. Pendidikan Dalam Sekolah
Pendidikan sekoah ialah pendidikan yang terstruktur dan
berjenjang, ada Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama
(SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan perguruan tinggi maupun
yang sederajat. Karenanya sekolah dibedakan menjadi tingkatan umur.
Didalamnya juga terdapat kelas-kelas dengan guru yang mengampu
mata pelajaran
tertentu. 3. Pendidikan dalam masyarakat
Manusia adalah makhluk yang ingin menyatu dengan
lingkungan maupun sesamanya. Oleh karenanya ia memberi reaksi
kepada manusia di sekitarnya dan melakukan interaksi dengan
lingkungannya. Dalam tujuan pendidikan nasional terdapat berbagai
nilai kemanusiaan yang harus dimiliki seorang warga negara Indonesia.
Oleh karena itu, tujuan Pendidikan nasional adalah sumber yang paling
operasional dalam pendidikan karakter dibandingkan ketiga sumber
yang disebutkan diatasi (Kemendiknas 2010: 7) . 4
3 Ibid.
4 Ariningsih Rahmawati, 2018, Peran Tripusat Pendidikan Untuk
Mewujudkan Karakter Anak Usia Dini yang Berbasis Budaya Multikultural,
Seminar Nasional Pendidikan FKIP UAD, Volume II, Nomor 1, hlm. 308
Masyarakat bukan sekedar penjumlahan individu semata, tetapi
sistem yang dibentuk dari hubungan antar individu, sehingga
menampilkan suatu realita yang mempunyai ciri-cirinya tersendiri.
Masyarakat merupakan gejala sosial yang ada dalam kehidupan ini
diseluruh dunia. Oleh karenanya masyarakat dalam sosiologi dijadikan
objek kajian atau suatu hal dan digali terus-menerus. Karena sifat dari
masyarakatyang kompleks, banyak ahli yang yang mempunyai sudut
pandang berbeda-beda.
Menurut Mac Iver dan Page, masyarakat adalah jalinan
hubungan sosial, dan selalu berubah. Menurut Koentjaraningrat,
masyarakat adalah kesatuan hidup menusia yang terikat dalam sistem
adat istiadat tertentu. Dapat kita simpulkan definisi masyarakat sebagai
berikut: Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi
menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang terus berubah, dan
terikat dalam suatu rasa identitas bersama. 5
Komentar
Posting Komentar